Wawancara

[Wawancara] “Aku akan terus membuat jalanku walaupun badanku menjadi kotor daripada mengejar tren”, Taehyun di Majalah Marie Claire Edisi Mei 2016

WINNER TELAH DATANG (Part 5)

Dalam dunia idol yang sengit, WINNER berkelana dengan bebas tanpa berasosiasi dengan sisi manapun.

eMBuziq

Tiga lagu yang kau kerjakan masuk ke dalam album ini. Kamu pastilah khawatir terhadap respon publik.

TH: Aku berusaha keras untuk tidak mengkhawatirkan hal-hal seperti, “Apakah respon yang yang kami terima akan bagus? Apakah lagu ini menjadi lagu populer?” Jika aku memikirkan hal tersebut walau hanya sejenak, kupikir lagu itu akan menjadi palsu. Karena aku tidak bisa tidak memiliki tempat daam hatiku yang ingin sukses dan kaya, sisi dari diriku yang ingin menjadi terkenal dan sisi diriku yang ingin pergi melalui jalanku sendiri selalu bertarung. Karenanya, waktu yang dihabiskan kedua egoku untuk bertarung lebih lama dibandingkan waktu yang aku habiskan untuk membuat lagu. Aku akan terus membuat jalanku walaupun badanku menjadi kotor daripada mengejar tren atau berjalan di jalur yang telah dibersihkan. Hal itulah yang cocok untukku.

Kau mendengarkan musik the Beatles dan Rolling Stones. Itu cukup mengejutkan.

TH: Kupikir the Beatles dan Rolling Stones bukanlah musisi yang dapat kau pahami setelah mendengarkan musik mereka selama 1~2 tahun. Ketika kau mendengarkan lagu mereka dan belajar tentang mereka, kamu akan menemukan suatu silsilah. Seperti halny bagaimana Rolling Stones menjadi panutan untuk Maroon 5, kamu belajar tentang artis yang terinspirasi oleh mereka. Hubungan tersebut mengajarimu tentang jenis inspirasi seperti apa yang artis tersebut terima dan bagaimana mereka menanganinya.

Sepertinya kamu menjauh dari tren.

TH: Ada banyak orang yang pandai dalam hal-hal yang sekarang sedang tren. Jadi daripada mengikuti mereka tanpa ada gunanya, Kupikir aku hanya harus menggali lebih dalam pada hal-hal yang membuatku penasaran.

Aku melihat kamu memperbarui jaket kulit di ruang tunggu setiap kali ada jeda selama pemotretan. Kamu sangat tertarik pada fashion dan seni visual, kan? Bagaimana ketertarikan ini mempengaruhi musikmu?

TH: Kupikir seseorang membutuhkan keberanian baik dalam musik maupun fashion. Keberanian untuk mencoba merupakan hal yang penting dalam kedua bidang tersebut.  Belakangan ini, saat aku membutuhkan kacamata, dibandingkan membeli sepasang kacamata yang kusukai, aku mengubah lensa atau gagangnya dan membuatnya menjadi milikku. Sepertinya jaket kulit yang aku perbarui tadi. Aku pikir aku mengekspresikan percobaan dan upaya tersebut dalam musikku. Kupikir aku tidak terseret tren karena aku selalu berpikir untuk membuat hal-hal sendiri dan berpikir tentang warnaku sendiri. Tentu saja aku juga mendengarkan musik yang sedang tren. Aku tidak meremehkan tren. Aku sangat menyukai tipe musik seperti itu tetapi aku hanya keras kepala dalam melakukan halku sendiri.

Kudengar setelah awal debutmu, kamu sangat pemalu di sekitar orang yang tidak kau kenal dan mengalami perubahan mood yang intens. Kurasa sebagian telah berkurang sejak kamu merilis 2 album dan melakukan beberapa siaran.

TH: Kupikir tidak baik jika terlalu sensitif. Ada beberapa hal yang berubah. Tapi aku masih sangat sensitif dan mengalami perubahan mood yang intens saat membuat musik. Meskipun aku tidak berpikir untuk memperbaiki hal tersebut. Kupikir (menjadi sensitif) membantu proses kreatif. Pada waktu dimana sensitivitas diperlukan, aku menyembunyikannya tetapi tidak membuangnya. Toh, tidak mungkin juga bagiku untuk membuangnya.

Orang yang sensitif akan menemukan bahwa melakukan program variety seperti “Actor School” dan “Half Moon Friends” adalah hal yang cukup menantang.

TH: Aku takut terhadap variety shows. Aku tidak terlalu suka pergi ke variety shows. Aku buruk dalam menyembunyikan emosiku dan aku benar-benar tidak dapat menciptakan konsep untuk diriku dan memenuhinya. Aku sangat beruntung bahwa aku cukup hanya menjadi diriku sendiri tanpa menciptakan kepribadian lain untuk “Actor School” dan “Half Moon Friends”. Aku hanya mencurahkan semua rasa sayangku kepada anak-anak karena mereka sangat menggemaskan. Kedua program variety tersebut adalah kenangan baik bagiku dan kupikir mereka akan menjadi sumber inspirasiku.

Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh @chrissy96_. Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh @Incle_Babies. Scan oleh SoRi_foryou. Foto lengkap dapat dilihat disini.

Iklan

Apa yang komentar kalian tentang hal ini?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s